G84ZfvXDavQthZPop1Ug7Yfm86ah7XVSYx5hlMli

Tertipu Aliran Sesat Hakekok Yang Janjikan Kekayaan, Namun Tak Kunjung Kaya

Tehingkok - Salah satu pengikut aliran sesat Hakekok Blakasuta di Pandeglang, Banten mengaku mau mengikuti aliran sesat itu karena dijanjikan akan kaya raya. Pria bernama Arya itu diiming-imingi akan kaya raya. Namun setelah menunggu bertahun-tahun janji itu tidak kunjung menjadi kenyataan.

Gambar Proses Ritual Mandi Bareng

Oleh karena itu, Arya mengajak belasan orang pengikutnya untuk membubarkan diri dari aliran yang mereka anut itu. Namun sebelum itu mereka berniat menyucikan diri terlebih dahulu.

Bupati Pandeglang Irna Narulita prihatin dengan warganya yang mudah ditipu daya dengan janji kekayaan itu. Ia merasa prihatin sekali, karena warganya masih memiliki pemahaman dan pendidikan yang minim berhadap kehidupannya layak. Irna berjanji akan mengupayakan agar kejadian tersebut tidak berulang. Selain akan memberikan pembinaan mental, Pemerintah Kabupaten Pandeglang juga akan mengikutsertakan mereka dalam program permodalan.

Diketahui, ajaran Hakekok Blakasuta ini pernah muncul beberapa tahun silam. Para pengikutnya pernah dibina oleh MUI Cigeulis dan tokoh masyarakat setempat. Tanpa diketahui MUI, aliran sesat ini kembali eksis.

Polres Pandeglang, Banten akhirnya mengamankan 16 orang yang terdiri dari delapan pria dewasa, lima wanita dewasa dan tiga anak-anak dari sebuah ritual sesat. Ritual itu berupa mandi tel*njang di penampungan air milik PT GAL yang berada di tengah perkebunan sawit.

Mereka melakukan ritual pada Kamis (11/3/2021) pada pukul 10.00 WIB. Para penganut ritual itu menyebut ajaran mereka dengan nama Hakekok. Ajaran Hakekok dibawa oleh warga beinisial A (52). Ia mengaku sebagai murid seorang pemimpin ajaran Hakekok yang berasal dari Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. A menganut ajaran tersebut dari E yang saat ini telah meninggal dunia.

Wakapolres Pandeglang Kompol Riky Crisma Wardana mengatakan kasus ini terungkap dari informasi warga. Menurut dia, warga melihat ada sejumlah orang yang melakukan kegiatan keagamaan yang tidak lazim. Kegiatan ritual tersebut diakui baru dilakukan satu kali dengan tujuan untuk membersihkan diri dari segala dosa dan menjadi lebih baik.

Saat ini 16 orang tersebut masih diperiksa dan polisi belum bisa menyimpulkan apakah ajaran Hakekok tersebut benar aliran sesat atau bukan. Rencannaya polisi akan berkoordinasi dengan MUI untuk menentukan ajaran Hakekok sesat atau tidak. Selain itu polisi juga mengamankan baju milik para warga, KTP, dompet, dan yang lainnya.

Riky meminta masyarakat Pandeglang khususnya di Kecamatan Cigeulis untuk tidak khawatir dengan adanya kegiatan yang dilakukan oleh kelompok tersebut karena kasus tersebut sudah ditangani oleh kepolisian.

Kita hanya boleh Percaya dan Bergantung sama Tuhan Sang Pencipta. Bukan sesama makhluk apa lagi Dukun.

Baca Juga
riyanhero
i'am hungry

YANG BIKIN SENYUM

Posting Komentar