Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Alasan Facebook, Twitter, WhatsApp, Google Tidak Kenakan Biaya Jasa

Tehingkok.com - Kebanyakan dari kita sudah tahu rahasia umum sosial media bahwa mereka mengambil data dari penggunanya, maksud data pengguna disini bukan berarti : nama, alamat dan nomor telepon. Namun, data yang diambil adalah data yang kemungkinan dari kita tidak penting.

Data yang dimaksud seringkali disebut sebagai data preferensi, dimana data tersebut hanya berisi apa yang kamu sukai. Bahkan pengguna terkadang tidak sadar bahwa mereka telah memberikan data preferensi nya kepada perusahaan besar yang saya sebutkan diatas. 

Perusahaan - perusahaan raksasa yang mengambil data preferensi mu dapat tahu apa yang kamu sukai, berapa lama kamu menatap website atau aplikasi mereka, dan seberapa sering kamu berinteraksi di sebuah postingan sebuah platform.

Metode yang mereka gunakan bukan dengan memberikan kuisioner ke kamu sebagai pengguna, namun menggunakan sebuah Machine Learning. Dengan Machine Learning, perusahaan fintech tersebut dapat mempelajari dan akhirnya memberikan konten serupa seperti apa yang kamu sukai. Karena inilah yang membuat kita sebagai pengguna merasa tak pernah mengisi kuisioner di sebuah platform tapi platform tadi bisa tahu apa yang kita suka.

Konten serupa atau related content yang disuguhkan ke kamu akan membuat kamu menjadi lebih mau berlama-lama menggunakan layanan mereka. Dengan semakin lama kamu menggunakan layanannya, maka semakin banyak juga petinggi perusahaan-perusahaan tersebut dapat mengambil data preferensi mu.

Lalu untuk apa data preferensi yang diambil?
Data preferensi yang berhasil diambil dari pengguna digunakan untuk keperluan pengiklanan. Dengan kata lain, data kamu dijual kepada pengiklan sehingga pengiklan bisa meraih target audience yang pas dengan apa yang pengiklan jual.

Saat ini, data pribadi seperti : nama, alamat, dan nomor telepon tidak penting lagi. Karena pengiklan lebih menyukai data preferensi karena lebih bisa menemukan target audience yang pas. Jika kamu masih berpikiran bahwa perusahaan besar bakal mengambil data pribadi mu, itu salah besar.

Fungsi sebuah Machine Learning adalah memasukkan data preferensi mu kedalam sebuah database besar dan terkumpul bersama data preferensi dari jutaan pengguna lain.

Jutaan data tadi akan disortir dan dipilih lagi secara otomatis dan besar-besaran karena sudah menggunakan teknologi AI dan difilter terus - terusan hingga pada akhirnya akan dicocokan dengan data yang diinginkan oleh pengiklan.

Perumpamaan sebuah brand handphone bernama Realyou akan mengiklankan produk mereka dengan kebutuhan audience sebagai berikut :
  • Jenis Kelamin : Laki - laki
  • Rentang Usia  : 18 - 30 tahun
  • Ketertarikan   : teknologi, smartphone, produktivitas
Dengan kebutuhan data yang brand tersebut inginkan, maka secara otomatis iklan akan ditampilkan ke pengguna yang cocok.

Kesimpulan 
Dari sini kita tahu bahwa layanan manapun yang mengatakan 'gratis' maka itu tak sepenuhnya gratis. Pasti ada cara mengambil keuntungan dibalik itu semua, terus bagaimana kalo mau bayar karyawan kalo nggak ada pemasukan?

Sebenarnya tak ada yang salah dengan perusahaan yang mengambil data preferensi penggunanya, karena sama - sama untung. Perusahaan dapat data preferensi dan dijual ke pengiklan dan kita sebagai pengguna bisa menggunakan layanan mereka tanpa dipungut biaya (secara langsung) dan mendapat hiburan (entertain).
Tehingkok.com
Tehingkok.com Founder and Managing Director

1 komentar untuk "Alasan Facebook, Twitter, WhatsApp, Google Tidak Kenakan Biaya Jasa"